25 Tahun Berkarier, Valentino Rossi Mengenang Persaingan dengan 5 Rival

16 Juni 2020, 09:45 WIB
Penulis: Doddy Wiratama
Editor: Doddy Wiratama
Valentino Rossi sudah tidak sabar turun berlomba dengan Yamaha YZR-M1 milik Tim Monster Energy Yamaha MotoGP di Kejuaraan Dunia Balap Motor 2020. /Grafis Harianto Sabir/Skor.id

SKOR.id - MotoGP 2020, yang masih tertunda karena pandemi virus corona (Covid-19), merupakan musim ke-25 Valentino Rossi ambil bagian dalam kejuaraan balap motor dunia.

Valentino Rossi melakukan debut kala tampil di Sirkuit Shah Alam, Malaysia, dalam seri pembuka kelas 125cc yang digelar 31 Maret 1996.

Sejak saat itu, Valentino Rossi telah mengikuti 402 balapan, meraih 115 kemenangan, dan menggondol sembilan gelar juara dunia untuk semua kelas yang diikuti.

Berita MotoGP Lainnya: MotoGP 2020 Fokus di Eropa, 3 Pabrikan Jepang Bakal Keteteran

Untuk memeringati momen seperempat abad Valentino Rossi berkarier di dunia balap motor, DAZN Spanyol membuat sebuah video khusus untuk The Doctor.

Dalam video berdurasi 62 detik itu, Valentino Rossi bercerita soal rivalitas yang pernah ia jalani selama tampil pada kejuaraan balap motor dunia.

Setidaknya ada lima pembalap yang pernah menjadi pesaing alot sosok pria kelahiran Urbino, Italia, tersebut.

Sosok rival itu adalah Max Biaggi, Sete Gibernau, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, dan Marc Marquez.

Secara berurutan, Rossi pun berkomentar dari sudut pandangnya terkait rivalitas yang pernah ia lakoni dengan lima sosok tersebut.

Pertama, Max Biaggi. Valentino Rossi menganggap persaingan dengan kompatriotnya itu sebagai yang paling intens.

"Rivalitas dengan Biaggi menjadi yang paling intens, tetapi juga sangat sporty. Saya mengingatnya seperti itu baru terjadi kemarin," kata Rossi.

Kemudian, Valentino Rossi beranjak mengomentari persaingannya dengan Sete Gibernau. Ia teringat dengan momen balapan pembuka MotoGP 2005 di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Kala itu, keduanya terlibat persaingan sengit memperebutkan posisi finis terdepan pada MotoGP Spanyol 2005. Hingga akhirnya, sebuah insiden terjadi pada lap terakhir.

Kedua pembalap terlibat kontak di tikungan akhir yang membuat Gibernau terpaksa keluar lintasan sementara Rossi melenggang ke garis finis dengan aksi wheelie.

Meski Gibernau masih bisa finis kedua, tetapi pembalap Spanyol itu jelas merasa geram dengan manuver 'kotor' yang dilakukan Rossi.

Dalam video ini, Rossi mengakui momen itu memberi pengaruh terhadap berkembangnya sisa musim kompetisi 2005.

Baca Juga: MotoGP 2020 Bakal Terapkan Protokol Kesehatan Super Ketat

Selanjutnya, kekasih Fransisca Sofia Novello ini mengomentari rivalitas dengan Casey Stoner yang disebut telah mengubah pribadinya.

"Rivalitas dengannya adalah hal terbaik yang dapat terjadi karena itu telah mengubah saya. Saya menjadi lebih paham tentang MotoGP dan apa yang saya butuhkan untuk menang."

Cukup dengan Casey Stoner, Valentino Rossi beralih ke Jorge Lorenzo, rival yang juga rekan setimnya selama tujuh musim di Yamaha (2008-2010 dan 2013-2016).

Valentino Rossi mengakui jika persaingannya dengan Jorge Lorenzo cukup pelik karena pada saat yang bersamaan mereka harus bersaing sekaligus berbagi garasi (walaupun disekat).

"Ketika ada dua ayam jago di kandang yang sama, akan sulit untuk mengelolanya. Kami sama-sama keras kepala dan memiliki ego yang sama," kata Rossi.

Pembalap Jorge Lorenzo (kanan) berduel dengan rekan setimnya di FIAT Yamaha, Valentino Rossi, dalam ajang MotoGP 2008 silam.
Pembalap Jorge Lorenzo (kanan) berduel dengan rekan setimnya di FIAT Yamaha, Valentino Rossi, dalam ajang MotoGP 2008 silam.

Terakhir, Valentino Rossi menutup daftar rivalnya dengan sosok pembalap Spanyol lainnya, yakni Marc Marquez.

Semula, hubungan dua pembalap beda generasi ini cukup adem. Namun, semua  mulai berubah saat keduanya terlibat persaingan langsung memperebutkan gelar juara dunia.

Puncak rivalitas antara Valentino Rossi dan Marc Marquez terjadi pada musim 2015 dengan insiden di Sirkuit Sepang, Malaysia, sebagai sorotan utama.

Baca Juga: Setiap Tim MotoGP Harus Siapkan Rp 1,6 Miliar Hanya untuk Perbaikan Motor

  • Sumber: DAZN
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    MotoGp

    Sabtu, 13 Juni 2020

    Valentino Rossi Ungkap Masa Depan di MotoGP pada Bulan Ini

    Valentino Rossi akan putuskan soal masa depan di MotoGP termasuk soal kemungkinan pindah Petronas Yamaha SRT.

    MotoGp

    Sabtu, 13 Juni 2020

    Valentino Rossi Dapat Saran soal Mekanik jika Gabung ke Tim Satelit

    Bos tim pabrikan Yamaha Lin Jarvis siap menengahi Valentino Rossi dan Petronas SRT soal masalah mekanik jika kedua kubu bekerja sama.

    MotoGp

    Minggu, 14 Juni 2020

    Uccio Bocorkan Masa Depan Valentino Rossi

    Uccio Salucci merupakan sahabat terdekat Valentino Rossi dan ia memiliki kabar bahagia soal masa depan karier The Doctor.

    Terbaru

    MotoGp

    Kamis, 13 Agustus 2020

    Termasuk MotoGP, Sirkuit Aragon Akan Gelar Balapan Tertutup hingga 4 Bulan ke Depan

    Pengelola Sirkuit Aragon memutuskan menggelar ajang Superbike, MotoGP, dan Touring Car Cup 2020, tanpa penonton.

    MotoGp

    Kamis, 13 Agustus 2020

    Ducati Incar Pembalap Moto2 untuk Pramac Racing 2021

    Ducati dikabarkan tertarik merekrut Enea Bastianini untuk mengisi kursi Pramac Racing pada MotoGP 2021.

    MotoGp

    Kamis, 13 Agustus 2020

    Jadwal MotoGP Austria 2020: Menanti Kelanjutan Dominasi Ducati

    Berikut jadwal lengkap MotoGP Austria 2020 yang akan digelar di Red Bull Ring, Spielberg, Austria, pada 14-16 Agustus 2020.

    MotoGp

    Rabu, 12 Agustus 2020

    MotoGP Austria 2020: Valentino Rossi Ingin Ulang Performa Apik Tahun Lalu

    Valentino Rossi bertekad mengulang performa apiknya kala tampil di Red Bull Ring untuk MotoGP Austria 2020.

    MotoGp

    Rabu, 12 Agustus 2020

    MotoGP Austria 2020: Ingin Fokus, Andrea Dovizioso Abaikan Rekor Apik Ducati

    Ducati punya rekor apik kala tampil di Red Bull Ring. Namun, Andrea Dovizioso tak ingin terlalu memikirkannya kala tampil di GP Austria 2020.

    MotoGp

    Rabu, 12 Agustus 2020

    Keraguan Johann Zarco Melecut Tim Reale Avintia

    Johann Zarco menyebut teknisi Tim Reale Avintia tahun lalu tidak buruk tapi tak punya sumber daya dan perangkat kompetitif dari Ducati.

    MotoGp

    Rabu, 12 Agustus 2020

    Bos KTM Akui Dani Pedrosa Menjadi Kunci Sukses dari Proyek Tim

    Pit Beirer menegaskan kehadiran Dani Pedrosa mengubah arah pengembangan KTM terhadap RC16.

    MotoGp

    Rabu, 12 Agustus 2020

    Andrea Dovizioso Ingin Ducati Bekerja dengan Cara Berbeda

    Pembalap Andrea Dovizioso meyakini Ducati harus bekerja dengan arah berbeda jika ingin Desmosedici GP20 cocok dengan ban baru.

    MotoGp

    Selasa, 11 Agustus 2020

    MotoGP Austria 2020: Franco Morbidelli Makin Pede Berkat Podium di Ceko

    Kepercayaan diri Franco Morbidelli meningkat setelah ia mendapatkan podium perdananya di kelas utama MotoGP pada pekan lalu.

    MotoGp

    Selasa, 11 Agustus 2020

    MotoGP Austria 2020: Alex Marquez Belum Lelah Belajar

    Alex Marquez mengaku masih ingin terus belajar memahami persaingan di kelas MotoGP dan bertekad memangkas gap dengan pembalap lain.

    Terpopuler

    Sepak Pojok

    Sepak Pojok

    X