6 Pembalap Elite Tanpa Gelar Juara Dunia di Era MotoGP

29 Oktober 2020, 15:30 WIB
Editor: I Gede Ardy Estrada
Cover artikel MotoGP.
Cover artikel MotoGP. /(Grafis: M. Yusuf/Skor.id)

  • Pembalap Ducati Team Andrea Dovizioso kemungkinan besar tak akan pernah menjadi juara dunia MotoGP.
  • Namun dalam sejarahnya, banyak pembalap top yang juga gagal meraih gelar juara dunia di era MotoGP.
  • Loris Capirossi, Max Biaggi, hingga Dani Pedrosa adalah rider elite yang tidak pernah juara dunia di kelas premier

SKOR.id – Andrea Dovizioso sudah kehilangan asa untuk bisa menjadi juara dunia MotoGP 2020. Secara matematis, peluangnya masih ada. Namun fakta di trek berbicara lain.

Usai memenangi Grand Prix (GP) Austria di Sirkuit Red Bull Ring, rider Ducati Team ini tak pernah lagi merasakan podium. Sejak itu, raihan terbaiknya posisi keempat di Prancis.

Alhasil, Andrea Dovizioso, yang sempat memimpin klasemen sementara MotoGP 2020, kini melorot ke peringkat kelima. Gapnya dengan posisi puncak pun makin jauh, 28 poin.

Sepanjang 12 tahun kariernya di kelas premier (utama), pembalap asal Italia ini tidak pernah merasakan manisnya memiliki status sebagai juara dunia MotoGP.

Pencapaian terbaik Dovizioso adalah tiga kali runner-up MotoGP secara beruntun pada 2017, 2018, dan 2019. Ia kalah bersaing dengan pembalap Repsol Honda Marc Marquez.

Dengan usia Andrea Dovizioso sekarang plus masa kerja dengan Ducati yang selesai tahun ini, kemungkinan ia tidak bakal pernah meraih gelar prestise tersebut.

Pembalap Ducati Team Andrea Dovizioso sudah pasrah terkait peluangnya menjadi juara dunia MotoGP 2020 setelah performa motornya tak kunjung membaik.
Pembalap Ducati Team Andrea Dovizioso sudah pasrah terkait peluangnya menjadi juara dunia MotoGP 2020 setelah performa motornya tak kunjung membaik. (Twitter.com/ducaticorse)

Ditambah lagi, hingga kini masa depan sang pembalap masih samar, apakah tetap terjun di MotoGP 2021 atau tidak? Masalahnya, belum ada pabrikan yang bergerak merekrutnya.

Jika itu yang terjadi, maka Andrea Dovizioso akan bernasib seperti pendahulunya. Ya, ada beberapa pembalap elite yang juga tak pernah menyabet gelar juara dunia MotoGP.        

Skor Indonesia menghimpun daftar enam pembalap hebat yang kariernya tak pernah benar-benar komplet karena gagal mendapatkan titel juara dunia di kelas premier era MotoGP.

6. Alex Barros (Brasil, 2002-2005, 2007)

Alex Barros merupakan salah satu pembalap top yang tidak pernah meraih gelar juara dunia MotoGP.
Alex Barros merupakan salah satu pembalap top yang tidak pernah meraih gelar juara dunia MotoGP. (Dok. MotoGP)

Statistik: Podium – 14, Menang – 3, Pencapaian terbaik – Peringkat 4 (2002, 2004)

Ketika masa peralihan dari kelas 500cc ke MotoGP, Alex Barros termasuk rider dengan jam terbang tinggi. Ia telah terjun di kasta tertinggi Kejuaraan Dunia Balap Motor sejak 1990.

Jika merujuk daya tahan, Barros juga memiliki karier panjang. Namun, ia tiba di era MotoGP setelah menginjak usia 31 tahun. Tetap saja pria asal Brasil ini mampu kompetitif.

Sepanjang musim perdana MotoGP pada 2002, Alex Barros, ketika itu memperkuat tim West Honda Pons, sukses mencatatkan enam podium, dua di antaranya adalah posisi utama.  

Dalam lima musim partisipasinya di era balap motor 4 tak, pencapaian terbaik Barros adalah finis di peringkat keempat klasemen MotoGP dua kali, yakni pada musim 2002 dan 2004.

5. Marco Melandri (Italia, 2003-2009)

Pembalap asal Italia Marco Melandri sempat disebut-sebut sebagai ''The Next Valentino Rossi'' ketika tampil di kelas MotoGP.
Pembalap asal Italia Marco Melandri sempat disebut-sebut sebagai ''The Next Valentino Rossi'' ketika tampil di kelas MotoGP. (Dok. MotoGP)

Statistik: Podium – 20, Menang – 5, Pencapaian terbaik – Runner-up (2005)

Marco Melandri promosi ke MotoGP pada 2003 dengan membawa status sebagai juara dunia kelas 250cc musim sebelumnya. Ia juga disebut-sebut sebagai “Valentino Rossi Baru”.

Dengan potensi besarnya dan modal sebagai juara dunia 250cc, itu tak lantas memuluskan kiprah Melandri di kasta utama. Dua musim pertama adalah periode sulit baginya.

Bersama Yamaha, pembalap asal Italia tersebut gagal bersaing dan tidak mampu menembus 10 besar klasemen MotoGP 2003 dan 2004. Namun ia terus memperlihatkan progres.

Pada tahun ketiganya, Marco Melandri bergabung ke Honda. Ini menjadi titik balik. Ia lebih konsisten dengan RC211V dan mampu bersaing dalam perebutan gelar juara dunia. 

4. Loris Capirossi (Italia, 2002-2011)

Loris Capirossi, yang berstatus juara dunia 125cc dan 250cc, tidak mampu mengulang pencapaiannya saat berada di MotoGP.
Loris Capirossi, yang berstatus juara dunia 125cc dan 250cc, tidak mampu mengulang pencapaiannya saat berada di MotoGP. (Dok. MotoGP)

Statistik: Podium – 26, Menang – 7, Pencapaian terbaik – Peringkat 3 (2006)

Status sebagai juara dunia kelas 125cc (1990, 1991) dan 250cc (1998) membuat banyak pihak menilai Loris Capirossi punya kapasitas untuk meraih kesuksesan di kasta utama.

Pada tahun terakhir era 500cc, ia menutup musim di peringkat ketiga klasemen. Hasil ini jadi modal bagus Capirossi untuk menyongsong era MotoGP yang dimulai pada 2002.

Tetapi rider kebangsaan Italia tersebut tak bisa langsung menunjukkan performa impresif. Loris Capirossi, seperti pembalap kala itu, harus beradaptasi dengan motor 4 tak.

Ia baru bisa bersaing saat bergabung ke Ducati pada 2003. Di tahun ketiganya membela pabrikan asal negaranya, Capirossi mengakhiri musim di urutan ketiga klasemen.

Pada MotoGP 2006 itu, Loris Capirossi meraih tiga kemenangan. Meski lebih banyak menang, ia tidak mampu mengejar raihan poin Nicky Hayden yang keluar sebagai kampiun.  

3. Sete Gibernau (Spanyol, 2002-2006, 2009)

Pembalap Spanyol Sete Gibernau sempat memberikan persaingan ketat untuk Valentino Rossi di kelas MotoGP pada rentang musim 2003-2005.
Pembalap Spanyol Sete Gibernau sempat memberikan persaingan ketat untuk Valentino Rossi di kelas MotoGP pada rentang musim 2003-2005. (Twitter.com/MotoGP)

Statistik: Podium – 24, Menang – 8, Pencapaian terbaik – Runner-up (2003, 2004)

Seperti Alex Barros, Sete Gibernau termasuk pembalap berpengalaman saat era MotoGP dimulai. Rider Spanyol ini telah tampil di kelas premier 500cc sejak 1997.

Nama Gibernau mulai menarik perhatian di awal periode balap motor 4 tak, saat ia direkrut Honda pada 2003 meski dalam musim sebelumnya finis di posisi ke-16 bersama Suzuki.

Sete Gibernau menjadi rival utama Valentino Rossi selama rentang 2003-2005. Berulang kali ia memaksa The Doctor harus bekerja keras dalam perebutan podium MotoGP.

Tetapi, setelah persaingan intens di dalam dan luar trek, Gibernau selalu gagal merebut gelar juara dunia MotoGP dari Rossi. Ia harus puas dua kali menjadi runner-up.

Belakangan, Sete Gibernau mengatakan dirinya kalah bersaing karena The Doctor, ketika itu, berada di bawah naungan tim pabrikan Honda sementara dirinya bersama tim satelit.         

2. Max Biaggi (Italia, 2002-2005)

Pencapaian Max Biaggi di Kejuaraan Dunia Balap Motor tidak sempurna karena dirinya gagal meraih gelar juara dunia MotoGP.
Pencapaian Max Biaggi di Kejuaraan Dunia Balap Motor tidak sempurna karena dirinya gagal meraih gelar juara dunia MotoGP. (Dok. MotoGP)

Statistik: Podium – 30, Menang – 5, Pencapaian terbaik – Runner up (2002)

Max Biaggi telah jadi bintang sebelum turun di kelas premier Kejuaraan Dunia Balap Motor. Ia promosi ke kasta utama dengan predikat juara dunia 250cc empat musim beruntun.

Wajar bila ekspektasi tinggi dibebankan kepada Biaggi saat tampil di kelas 500cc pada 1998. Pada musim debutnya itu, rider Italia ini finis sebagai runner-up di belakang Mick Doohan.

Pencapaian yang tak mengecewakan bagi seorang rookie di kelas utama. Performanya apik. Hanya saja, Max Biaggi tak pernah mampu mengakhiri musim sebagai juara dunia.

Saat era MotoGP pun penampilan pembalap berjuluk The Roman Emperor itu konsisten, baik bersama Yamaha maupun Honda. Banyak yang menilai Biaggi hanya kurang beruntung.

Ia tampil ketika rider muda bernama Valentino Rossi merajai kelas premier. Selama empat tahun di MotoGP, Max Biaggi selalu mampu berada di posisi lima besar klasemen akhir.    

1. Dani Pedrosa (Spanyol, 2006-2018)

Rider legendaris Spanyol, Dani Pedrosa, dianggap sangat sial oleh banyak pihak karena tidak pernah menjadi juara dunia MotoGP sepanjang kariernya.
Rider legendaris Spanyol, Dani Pedrosa, dianggap sangat sial oleh banyak pihak karena tidak pernah menjadi juara dunia MotoGP sepanjang kariernya. (Dok. MotoGP)

Statistik: Podium – 113, Menang – 31, Pencapaian terbaik – Runner-up (2007, 2010, 2012)

Layaknya Max Biaggi, Dani Pedrosa hadir di MotoGP saat kelas premier masih didominasi Valentino Rossi. Bahkan, tantangannya lebih sulit karena terus muncul pembalap top.

Selama 13 tahun di MotoGP, Pedrosa tak cuma bersaing dengan Rossi, namun juga Casey Stoner, Jorge Lorenzo, hingga Marc Marquez. Mick Doohan menyebutnya sangat sial.

Menurut juara dunia lima kali kelas 500cc itu, Dani Pedrosa memiliki kapasitas dan layak disejajarkan keempat kampiun MotoGP tersebut. Hal ini telah dibuktikannya di sirkuit.

Tiga kali Pedrosa nyaris menyabet gelar juara dunia MotoGP, yakni pada 2007, 2010, dan 2012. Namun kala itu, ia harus mengakui keunggulan Casey Stoner dan Jorge Lorenzo.

Bahkan, pada MotoGP 2012, pembalap mungil kebangsaan Spanyol itu hanya berjarak 18 poin dari kompatriotnya, Jorge Lorenzo, yang keluar sebagai kampiun.

6 Pembalap Elite Tanpa Gelar Juara Dunia di Era MotoGP
6 Pembalap Elite Tanpa Gelar Juara Dunia di Era MotoGP Grafis Yusuf/Skor.id

Ikuti juga InstagramFacebookYouTube, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Turun mengendarai Honda NSF250RW, Jauma Masia berhasil memenangi kelas Moto3 GP Teruel 2020 di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, Minggu (25/10/2020) siang. Kemenangan di putaran 12 Moto3 itu tak hanya mendongkrak posisi klasemen Jaume Masia dari ke-6 menjadi ke-4. Podium utama pembalap Spanyol dari Tim Leopard Racing itu pun menjadi kemenangan ke-800 bagi Honda sepanjang turun di Kejuaraan Dunia Balap Motor. Honda kali pertama menurunkan motor untuk balapan di Isle of Man TT pada 1959. Setahun kemudian, 1960, Honda melakukan debut di Kejuaraan Dunia Balap Motor dengan turun di kelas 125 cc dan 250 cc. Namun begitu, Honda baru mampu merebut kemenangan lomba pertamanya saat Tom Phillis naik podium utama kelas 125 cc di GP Spanyol 1961, putaran pertama saat itu. Sejak saat itu, Honda berhasil merebut total 800 kemenangan dari tujuh kelas yang pernah dan masih diikuti, lewat 100 pembalap berbeda. Jaume Masia sendiri menjadi pembalap Honda ke-100 yang mampu memenangi lomba saat ia menguasai GP Aragon yang juga digelar di Sirkuit MotorLand, 18 Oktober 2020 lalu. Jumlah kemenangan Honda ini mengacu catatan dari Federasi Balap Motor Internasional (FIM). Jumlah kemenangan di Moto2 antara 2010-2018 tidak dihitung karena semua peserta saat itu menggunakan mesin pasokan Honda. Kemenangan di Moto3 pada 2012 juga tidak dihitung sebagai kemenangan Honda. Pasalnya, mereka saat itu terdaftar sebagai konstruktor dengan nama FTR Honda dengan mesin NSF250R. Pada 1954, pendiri Honda, Soichiro Honda, menegaskan akan turun di ajang balap motor tertinggi di dunia saat itu, Isle of Man TT, dengan tujuan mewujudkan impian menjadi pabrikan terbaik di dunia. Lima tahun berselang, Honda menjadi pabrikan asal Jepang pertama yang berlomba di Isle of Man TT. Pada 1960, Honda memulai petualangan mereka di Kejuaraan Dunia Balap Motor dengan turun di kelas 125 cc dan 250 cc. Barulah pada 1961, Tom Phillis naik podium utama lomba pertama musim tersebut, GP Spanyol, untuk memberikan kemenangan pertama Honda di kejuaraan dunia. (Lanjut di komentar)

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia) on

Berita MotoGP Lainnya:

Valentino Rossi Tercoret, MotoGP 2020 Dipastikan Melahirkan Juara Dunia Baru

MotoGP 2020 Sisakan 3 Seri, Aprilia Rombak Pembalap 

 

  • Sumber: motogp.com
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    MotoGP

    Senin, 27 April 2020

    10 Pembalap Besar yang Salah Pilih Tim MotoGP, Valentino Rossi Masuk Daftar

    Cukup banyak pembalap MotoGP yang gagal memenuhi ekspektasi karena salah memilih tim, dari Max Biaggi hingga Valentino Rossi.

    MotoGP

    Sabtu, 10 Oktober 2020

    10 Kecelakaan Mengerikan dalam MotoGP/500 cc

    Sejak nama MotoGP menggantikan kelas 500 cc mulai 2002, sudah dua pembalap yang tewas di lintasan.

    Balap

    Sabtu, 10 Oktober 2020

    10 Pembalap Indonesia yang Pernah Turun di Ajang Dunia

    Saat ini, paling tidak ada tiga pembalap Indonesia yang turun di kejuaraan balap kelas dunia.

    Terbaru

    MotoGP

    Senin, 30 Januari 2023

    Jelang MotoGP 2023, Valentino Rossi Ajak Pembalap VR46 Rider Academy Latihan di Portugal

    Legenda MotoGP Valentino Rossi membawa motor hadiah dari Yamaha untuk latihan bersama para pembalap didikannya di Portugal.

    MotoGP

    Senin, 30 Januari 2023

    5 Pemenang Race Terbanyak MotoGP: Marc Marquez Berpeluang Libas Giacomo Agostini

    Valentino Rossi masih memegang rekor kemenangan terbanyak di kelas premier. Kini, Marc Marquez diyakini mampu melewati catatan Giacomo Agostini.

    MotoGP

    Senin, 30 Januari 2023

    Jack Miller Berharap Bisa Samai Rekor Loris Capirossi pada MotoGP 2023

    Pembalap tim pabrikan KTM, Jack Miller, berharap mampu menyamai rekor Loris Capirossi pada MotoGP musim ini.

    MotoGP

    Minggu, 29 Januari 2023

    Jorge Martin Optimistis dengan Performa Motor Anyar Ducati di MotoGP 2023

    Jorge Martin optimistis dengan performa motor anyar Ducati yang akan digunakan mengarungi MotoGP 2023.

    MotoGP

    Minggu, 29 Januari 2023

    Jack Miller: Saya Yakin Semua akan Suka Sprint Race

    Kendati masih mengundang perdebatan, Jack Miller meyakini bahwa saat diterapkan nanti, semua orang akan suka sprint race.

    MotoGP

    Minggu, 29 Januari 2023

    Marc Marquez Sempat Dipaksa Sang Kakek Tinggalkan MotoGP

    Marc Marquez mengungkap fakta kelam yang dialaminya saat tengah dihantam cedera.

    MotoGP

    Sabtu, 28 Januari 2023

    Fabio Quartararo Klaim Karismanya Mirip seperti Valentino Rossi

    Fabio Quartararo ingin meniru jejak kesuksesan Valentino Rossi di MotoGP bersama Yamaha dan menjadi ikon pabrikan garpu tala.

    MotoGP

    Sabtu, 28 Januari 2023

    KTM Beri Wild Card untuk Dani Pedrosa Turun di MotoGP Spanyol

    Dani Pedrosa akan turun bersama tim pabrikan KTM dengan fasilitas wild card pada MotoGP Spanyol 2023.

    MotoGP

    Kamis, 26 Januari 2023

    KTM Launching Motor Baru, Brad Binder dan Jack Miller Antusias Sambut MotoGP 2023

    Tim pabrikan KTM mengadakan peluncuran tim untuk MotoGP 2023 pada Kamis (26/1/2023).

    MotoGP

    Kamis, 26 Januari 2023

    Merasa Masih Oke, Jorge Martin Buka Pintu untuk Tawaran Tim Lain

    Belakangan, Jorge Martin kerap disebut akan meninggalkan Prima Pramac Racing untuk merapat ke Yamaha.
    X