Jorge Lorenzo Tolak Dua Kesempatan Kembali ke Ducati

22 November 2022, 06:30 WIB
Penulis: Xaveria Yunita
Editor: Xaveria Yunita
Peraih pole position MotoGP Australia 2022, Jorge Martin, berpose bersama pemegang rekor lap Sirkuit Phillip Island sebelumnya, Jorge Lorenzo.
Peraih pole position MotoGP Australia 2022, Jorge Martin, berpose bersama pemegang rekor lap Sirkuit Phillip Island sebelumnya, Jorge Lorenzo. /(INSTAGRAM MOTOGP)

  • Jorge Lorenzo mengaku punya kesempatan dua kali kembali ke Ducati.
  • Namun, tawaran musim 2020 dan 2021 ditolak karena sudah tak punya gairah balapan.
  • Juara MotoGP tiga kali tersebut yakin kalau diberi Desmosedici GP21 atau GP22 bisa meraih hasil lebih baik pada 2017.

SKOR.id - Jorge Lorenzo ternyata memiliki kesempatan kembali ke Ducati tapi malah mengabaikannya. Juara dunia MotoGP tiga kali sekarang berandai-andai jadi bagian tim merah.

Bagi pembalap Spanyol, pindah Ducati merupakan salah satu kesalahan dalam kariernya. Sebab, dua musim di sana, rapornya terjun bebas.

Dari peringkat ketiga bersama Yamaha, Lorenzo melorot ke urutan ketujuh musim 2017 usai naik podium tiga kali. Posisi dalam klasemen makin anjlok tahun berikutnya, P9, meski finis dengan 4 podium (3 kemenangan).

Dengan rasa kecewa, Lorenzo pun angkat kaki dan melompat ke Repsol Honda. Pindah ke pabrikan Jepang ternyata tak cukup untuk menyelamatkan karier.

Lorenzo memutuskan untuk pensiun usai terlempar ke peringkat ke-19. Boleh dibilang, 2019 adalah musim terburuk dalam kariernya.

Meski berpisah dengan Ducati, bukan berarti hubungan dengan petinggi tim buruk. Dalam wawancara dengan SER Catalunya, pria 35 tahun itu mengaku dikontak Ducati musim 2020 dan 2021.

“Baik pada 2020 maupun 2021, saya punya dua kesempatan untuk kembali ke Ducati. Tapi, pada saat terakhir, saya tidak merasakan gairah dan minat untuk tanda tangan,” katanya.

“Kadang Anda perlu tahu kapan harus berhenti, Ini adalah olahraga berisiko yang bisa membuat Anda cedera. Saya tidak mau ambil risiko karena saya tidak merasa perlu balapan.”

Melihat kesuksesan Ducati dan Francesco Bagnaia musim ini, Lorenzo sedikit iri. Ia yakin kalau dimodali Desmosedici GP21 atau GP22, maka bisa juara.

“Saya yakin jika punya Ducati versi sekarang pada 2017, hasilnya jauh sangat baik. Sejak Gigi Dall’igna tiba pada 2017, selangkah demi selangkah dan melalui upaya dan kesalaha, dia mampu memasang semua bagian puzzle, baik dari sisi teknik maupun pembalap,” ia menerangkan.

“Dari sudut pandang, ada banyak motor kompetitif dan saat ini, praktis mereka tidak terbendung.”

Berita Jorge Lorenzo Lainnya

Baca Juga: Jorge Lorenzo Puji Kehebatan Quartararo Ciptakan Keajaiban di MotoGP 2022

Baca Juga: Jasanya Tak Diakui, Ayah Jorge Lorenzo Ngambek

Klik gambar untuk mengunjungi aset digital kami.
Klik gambar untuk mengunjungi aset digital kami.

 

  • Sumber: gpone.com
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    MotoGP

    Jumat, 11 Desember 2020

    3 Poin Klarifikasi Jorge Lorenzo Terkait Dugaan Penggelapan Pajak dan Pencucian Uang

    Jorge Lorenzo menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan penggelapan pajak maupun pencucian uang.

    MotoGP

    Minggu, 28 Februari 2021

    Ayah Jorge Lorenzo Ungkap Kelemahan Besar Yamaha

    Chicho Lorenzo melihat ada masalah besar dengan mesin Monster Energy Yamaha hingga sulit kompetitif.

    Terbaru

    MotoGP

    Rabu, 30 November 2022

    Sudah 4 Kali Operasi, Marc Marquez Akui Masih Rasakan Masalah di Lengan Kanan

    Cedera lengan kanan menghambat prestasi Marc Marquez dalam tiga musim terakhir.

    MotoGP

    Rabu, 30 November 2022

    Tikungan 1 Sachsenring Jadi Tikungan Paling 'Maut' di MotoGP 2022

    Tikungan 1 Sachsenring menjadi yang paling banyak menelan korban pada MotoGP 2022 dengan 21 crash.

    MotoGP

    Selasa, 29 November 2022

    Pol Espargaro Sebut Honda Cuma Buang Waktu dan Uang

    Pol Espargaro mengaku dirinya merasa seperti pembalap pabrikan Honda di MotoGP hanya selama satu tahun.

    MotoGP

    Selasa, 29 November 2022

    MotoGP 2022 Bikin Alex Marquez ''Taubat''

    Alex Marquez ingin belajar dari pengalaman buruk selama menunggangi motor Honda untuk tampil lebih kuat di masa depan.

    MotoGP

    Selasa, 29 November 2022

    Bos Ducati: Kami Gagal Menjinakkan Valentino Rossi

    Bos Ducati, Claudio Domenicali, mengakui bahwa Ducati gagal "menjinakkan" Valentino Rossi.

    MotoGP

    Selasa, 29 November 2022

    Fabio Quartararo Akui Keunggulan Ducati dan Aprilia di MotoGP 2022

    MotoGP 2022 seolah menjadi panggung dua pabrikan Italia, Ducati dan Aprilia.

    MotoGP

    Senin, 28 November 2022

    Skor 6: Pembalap dengan Fastest Lap Terbanyak di Kelas Premier

    Valentino Rossi masih memimpin daftar pencetak lap tercepat kelas premier Kejuaraan Dunia Balap Motor.

    MotoGP

    Senin, 28 November 2022

    Alasan Ducati Batal Rekrut Raul Fernandez untuk MotoGP 2023, Ogah Bayar Penalti

    Paolo Ciabatti menyebut Ducati membatalkan rencana perekrutan Raul Fernandez di GP Austria 2022.

    MotoGP

    Senin, 28 November 2022

    Reuni dengan Mantan Mekanik, Maverick Vinales Incar Gelar MotoGP

    Pembalap Aprilia, Maverick Vinales, akan bereuni dengan mantan mekaniknya, Manuel Cazeaux, pada MotoGP musim depan.

    MotoGP

    Minggu, 27 November 2022

    Luca Marini Tak Merasa Terbebani Jadi Adik Valentino Rossi

    Luca Marini merasa tidak ada tekanan sebagai pembalap MotoGP meski dirinya merupakan adik tiri dari Valentino Rossi.
    X