Kepala Kru Ducati Ungkap Perbedaan Francesco Bagnaia dan Casey Stoner

24 November 2022, 14:15 WIB
Editor: I Gede Ardy Estrada
Legenda MotoGP Casey Stoner dan bintang Ducati Francesco Bagnaia di Sirkuit Phillip Island, Australia.
Legenda MotoGP Casey Stoner dan bintang Ducati Francesco Bagnaia di Sirkuit Phillip Island, Australia. /Twitter Francesco Bagnaia

  • Christian Gabbarini mengungkapkan perbedaan antara Francesco Bagnaia dan Casey Stoner.
  • Gabbarini pernah bekerja sama dengan Stoner pada 2007 dan saat ini menjadi kepala kru Bagnaia di Ducati.
  • Meski berbeda, menurut Gabbarini, dua rider juara dunia MotoGP itu memiliki kesamaan.

SKOR.id – Christian Gabbarini, kepala kru Francesco Bagnaia yang juga sudah bekerja di tim pabrikan Ducati pada masa Casey Stoner, menjelaskan perbedaan dan kesamaan antara dua juara dunia MotoGP itu.

Ducati dan Italia harus menanti selama 15 tahun untuk kembali memiliki seorang juara dunia MotoGP setelah Stoner menjadi kampiun pada musim 2007 silam.

Pasalnya, baru pada balapan final 2022 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, awal November lalu, Bagnaia dinobatkan sebagai juara dunia kelas premier kedua yang dimiliki Ducati dalam sejarah MotoGP.

Gabbarini merupakan salah satu yang merasakan dua momen istimewa Ducati pada 2007 dan 2022. Saat ini ia bertindak sebagai kepala kru Pecco, sapaan Bagnaia.

Kepada surat kabar olahraga Italia, Tuttosport, ia menjelaskan perbedaan dan kemiripan dua rider hebat yang mampu membawa Desmosedici mendominasi Kejuaraan Dunia Balap Motor Grand Prix itu.

“Pecco (Bagnaia) dan Casey (Stoner) berjarak beberapa tahun cahaya, baik sebagai pembalap maupun pribadi,” tutur Gabbarini memberikan analogi sebelum melanjutkan penjelasannya.

“Mereka pembalap yang sangat berbakat dan benar-benar kuat. Tetapi Casey sangat riuh dan naluriah. Kadang-kadang reaksinya keras.

“Pecco, sebaliknya, lebih tenang. Dia telah sampai pada hasil yang sama, jadi dewasa dengan apa yang dia lakukan. Dia tidak pernah marah. Jika iya, Anda tak menyadarinya. Dia sangat peka dan cerdas.”

Pecco Bagnaia sukses meraih gelar MotoGP pertamanya bersama Ducati pada usia 25 tahun. Sedangkan Stoner melakukannya ketika berumur 22 tahun, jadi bisa dimaklumi jika ia lebih meledak-ledak.

Namun, kesuksesan Bagnaia tahun ini tidak terlepas dari andil Stoner. Pembalap legendaris Australia itu sempat beberapa kali hadir di paddock Ducati, memberikan tips dan trik untuk junior tersebut.

Berita MotoGP Lainnya:

Marc Marquez Merasa Belum Layak Jadi Favorit untuk MotoGP 2023

Fabio Quartararo Pembalap Terbaik di Grid MotoGP Saat Ini 

  • Sumber: Tuttosport
  • Tag

    Video

    Berita Terkait

    MotoGP

    Minggu, 20 November 2022

    Giacomo Agostini Ungkap Persamaan Dirinya dengan Francesco Bagnaia

    Legenda MotoGP, Giacomo Agostini, mengungkap persamaannya dengan Francesco Bagnaia.

    MotoGP

    Senin, 21 November 2022

    Terungkap, Uang Hadiah Francesco Bagnaia sebagai Juara Dunia MotoGP 2022

    Pembalap Ducati Francesco Bagnaia mengantongi uang hadiah yang menggiurkan sebagai juara dunia MotoGP 2022.

    MotoGP

    Selasa, 22 November 2022

    Permintaan Francesco Bagnaia ke Ducati, Tak Ingin Rekan Setim yang Resek

    Francesco Bagnaia ternyata punya permintaan khusus kepada Ducati terkait rekan setimnya di MotoGP 2023.

    Terbaru

    MotoGP

    Rabu, 30 November 2022

    Sudah 4 Kali Operasi, Marc Marquez Akui Masih Rasakan Masalah di Lengan Kanan

    Cedera lengan kanan menghambat prestasi Marc Marquez dalam tiga musim terakhir.

    MotoGP

    Rabu, 30 November 2022

    Tikungan 1 Sachsenring Jadi Tikungan Paling 'Maut' di MotoGP 2022

    Tikungan 1 Sachsenring menjadi yang paling banyak menelan korban pada MotoGP 2022 dengan 21 crash.

    MotoGP

    Selasa, 29 November 2022

    Pol Espargaro Sebut Honda Cuma Buang Waktu dan Uang

    Pol Espargaro mengaku dirinya merasa seperti pembalap pabrikan Honda di MotoGP hanya selama satu tahun.

    MotoGP

    Selasa, 29 November 2022

    MotoGP 2022 Bikin Alex Marquez ''Taubat''

    Alex Marquez ingin belajar dari pengalaman buruk selama menunggangi motor Honda untuk tampil lebih kuat di masa depan.

    MotoGP

    Selasa, 29 November 2022

    Bos Ducati: Kami Gagal Menjinakkan Valentino Rossi

    Bos Ducati, Claudio Domenicali, mengakui bahwa Ducati gagal "menjinakkan" Valentino Rossi.

    MotoGP

    Selasa, 29 November 2022

    Fabio Quartararo Akui Keunggulan Ducati dan Aprilia di MotoGP 2022

    MotoGP 2022 seolah menjadi panggung dua pabrikan Italia, Ducati dan Aprilia.

    MotoGP

    Senin, 28 November 2022

    Skor 6: Pembalap dengan Fastest Lap Terbanyak di Kelas Premier

    Valentino Rossi masih memimpin daftar pencetak lap tercepat kelas premier Kejuaraan Dunia Balap Motor.

    MotoGP

    Senin, 28 November 2022

    Alasan Ducati Batal Rekrut Raul Fernandez untuk MotoGP 2023, Ogah Bayar Penalti

    Paolo Ciabatti menyebut Ducati membatalkan rencana perekrutan Raul Fernandez di GP Austria 2022.

    MotoGP

    Senin, 28 November 2022

    Reuni dengan Mantan Mekanik, Maverick Vinales Incar Gelar MotoGP

    Pembalap Aprilia, Maverick Vinales, akan bereuni dengan mantan mekaniknya, Manuel Cazeaux, pada MotoGP musim depan.

    MotoGP

    Minggu, 27 November 2022

    Luca Marini Tak Merasa Terbebani Jadi Adik Valentino Rossi

    Luca Marini merasa tidak ada tekanan sebagai pembalap MotoGP meski dirinya merupakan adik tiri dari Valentino Rossi.
    X