Mengulik ''Kutukan'' Nomor 1 di MotoGP yang Bikin Joan Mir Pikir-pikir

21 November 2020, 08:00 WIB
Penulis: Doddy Wiratama
Editor: Doddy Wiratama
Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, berpose dengan motor GSX-RR bernomor satu tepat setelah ia memastikan diri sebagai juara dunia MotoGP 2020 meski hanya finis ketujuh pada GP Valencia yang digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, pada Minggu (15/11/2020). /(twitter.com/MotoGP)

  • Gelaran MotoGP mengenal semacam kutukan yang siap menimpa pembalap juara dunia yang memakai nomor satu pada musim berikutnya.
  • Sejak kelas utama menyandang nama MotoGP pada musim 2002, ada tiga pembalap juara dunia yang menjadi korban kutukan nomor 1.
  • Juara dunia MotoGP 2020, Joan Mir, bisa saja memakai nomor 1 pada musim depan tetapi ia mengaku masih mempertimbangkannya.

SKOR.id - Setiap orang pasti berlomba untuk menjadi yang pertama saat mengikuti sebuah balapan. Akan tetapi, tak semua pemenang berkenan untuk menjadi nomor satu.

Hal itulah yang selama beberapa tahun terakhir ini terjadi dalam kompetisi MotoGP. Ada semacam kutukan yang siap menimpa pembalap pemakai nomor satu.

Dalam dunia balap, ada tradisi memberi nomor satu kepada sang juara dunia untuk dipasang di kendaraannya saat turun pada musim berikutnya.

Tradisi pemberian nomor satu kepada sang juara dunia ini tak hanya terjadi di MotoGP, Formula 1 (F1) pun melakukan hal serupa. 

Namun, tradisi juara dunia memakai nomor satu ini menjadi hal yang dihindari sejak kelas utama ajang balap motor grand prix mengusung nama MotoGP pada musim 2002.

Pemakaian nomor satu ini dihindari karena dianggap menimbulkan semacam kutukan kepada pembalap yang memakainya.

Kutukannya adalah barang siapa pembalap berstatus juara dunia memakai nomor satu, niscaya ia akan gagal mempertahankan gelar miliknya.

Sejak musim 2002, tercatat ada tiga pembalap juara dunia MotoGP yang merasakan kejamnya kutukan ini.

Ketiga juara dunia tersebut adalah Nicky Hayden (Amerika Serikat), Casey Stoner (Australia), dan Jorge Lorenzo (Spanyol).

Saat ajang MotoGP digelar pertama kali pada 2002, Valentino Rossi yang menjadi juara dunia kelas utama pada musim sebelumnya enggan memakai nomor satu.

Pembalap asal Italia itu lebih memilih setia memakai nomor 46 yang sudah terlanjur melekat kepadanya.

Ia mungkin juga tidak ingin mengikuti langkah tiga juara dunia kelas utama sebelumnya yang gagal mempertahankan gelar juara saat memakai nomor satu.

Ketiga sosok yang dimaksud adalah Mick Doohan, Alex Criville, dan Kenny Roberts Jr. Uniknya, kutukan nomor satu menimpa ketiganya secara berurutan.

Mick Doohan gagal mempertahankan gelar juara dunianya saat tampil pada musim 1999, Alex Criville pada musim 2000, dan Kenny Roberts Jr. pada musim 2001. 

Pembalap veteran Yamaha Valentino Rossi saat menggeber motor YZR-M1, berada di posisi kesembilan FP2 MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, 14 Agustus 2020.
Pembalap veteran Yamaha Valentino Rossi saat menggeber motor YZR-M1, berada di posisi kesembilan FP2 MotoGP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, 14 Agustus 2020. (Twitter.com/Monster Energy Yamaha MotoGP/@YamahaMotoGP)

Barulah pada musim 2007, nomor satu ada yang memakai. Sosok yang bernyali untuk menggunakan nomor "terkutuk" itu adalah juara dunia musim 2006 Nicky Hayden.

Nicky Hayden pun menjadi korban kutukan setelah hanya mampu finis kedelapan pada klasemen akhir MotoGP 2007. Gelar juara dunia saat itu diraih oleh Casey Stoner.

Tak butuh waktu lama untuk kutukan nomor satu memakan korban baru. Casey Stoner gagal mempertahankan gelar setelah finis runner up di bawah Valentino Rossi pada MotoGP 2008.

Seakan tak jera, Casey Stoner kembali menggunakan nomor satu setelah berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2011 bersama Honda.

Meski sudah berganti pabrikan, kutukan itu tampaknya tak mau menjauh. Casey Stoner kembali gagal mempertahankan gelar juara dunia pada musim 2012.

Pengalaman Casey Stoner jatuh dua kali di lubang yang sama ini tampaknya menjadi bahan pertimbangan tambahan bagi Jorge Lorenzo untuk menggunakan nomor satu.

Jorge Lorenzo tercatat pernah menggunakan nomor satu pada musim 2011 atau setelah menjadi juara dunia MotoGP 2010. Namun, bisa ditebak, ia gagal mempertahankan gelarnya.

Pembalap berjuluk X-Fuera itu pun memutuskan untuk tetap menggunakan nomor andalannya, 99, saat kembali menjadi juara dunia MotoGP pada musim 2012 dan 2015.

Hasilnya, Jorge Lorenzo tetap saja tak bisa mempertahankan gelar juara dunia pada musim berikutnya karena selalu kalah saing dengan Marc Marquez dalam dua kesempatan.

Hal tersebut bisa menjadi bukti bahwa urusan mempertahankan gelar juara dunia tak ada kaitannya dengan nomor yang dipakai sang pembalap.

Walaupun pada kenyataannya, belum ada lagi pembalap juara dunia yang berani memakai nomor satu di pentas MotoGP setelah Casey Stoner melakukannya pada musim 2012.

Tentu saja, perhatian saat ini tertuju pada Joan Mir (Suzuki Ecstar) yang sudah dipastikan menjadi juara dunia MotoGP 2020.

Sejumlah pihak pasti tengah menantikan apakah pembalap asal Spanyol itu cukup bernyali untuk menggunakan nomor satu pada musim depan.

Dalam beberapa kesempatan, pembalap yang identik dengan nomor 36 ini pernah berbicara terkait kemungkinan memakai nomor keramat itu saat tampil di MotoGP 2021.

Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, sukses mengunci gelar juara dunia pembalap MotoGP 2020 setelah finis ketujuh pada GP Valencia.
Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, sukses mengunci gelar juara dunia pembalap MotoGP 2020 setelah finis ketujuh pada GP Valencia. (twitter.com/MotoGP)

Joan Mir mengaku sempat dibujuk untuk menggunakan nomor satu pada musim kompetisi mendatang, tetapi ia masih mempertimbangkannya.

"Saat ini, saya belum memutuskan apakah akan memakai nomor satu pada musim depan atau tidak. Saya sedang memikirkannya," kata Mir dilansir dari Tuttomotoriweb.

"Davide Brivio (manajer Suzuki Ecstar) mengatakan bahwa dia menginginkan saya memakai nomor 1," ujarnya dalam wawancara lain untuk GPOne.

"Namun, Davide tak sepenuhnya yakin karena saya sudah dua kali jadi juara dunia dengan nomor 36 dan itu angka yang membawa keberuntungan bagi saya," ia memungkasi.

Ikuti juga InstagramFacebook, dan Twitter dari Skor Indonesia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Skor Indonesia (@skorindonesia)

Berita Balap Lainnya:

Joan Mir Akan Bantu Alex Rins untuk Posisi Runner Up MotoGP 2020

Demi MotoGP Mandalika, Bandara Lombok Praya Perpanjang Landasan Pacu

  • Sumber: gpone.com, MotoGP, tuttomotoriweb.com
  • Tag

    Video

    Komentar

    Berita Terkait

    MotoGP

    Kamis, 19 November 2020

    MotoGP Portugal 2020: Berpisah dengan Valentino Rossi, Tim Pabrikan Yamaha Ingin Beri Kado Manis

    Team Director Monster Energy Yamaha bertekad memberi kado perpisahan yang layak kepada Valentino Rossi saat tampil di GP Portugal 2020.

    MotoGP

    Kamis, 19 November 2020

    MotoGP Portugal 2020: Manajer Suzuki Masih Mengincar Triple Crown

    Davide Brivio bertekad untuk menutup kompetisi MotoGP 2020 dengan torehan triple crown.

    MotoGP

    Kamis, 19 November 2020

    MotoGP Portugal 2020: Andrea Dovizioso Ingin Tutup Petualangan bersama Ducati dengan Indah

    Andrea Dovizioso bertekad untuk mengakhiri kebersamaannya dengan Ducati di MotoGP lewat pencapaian maksimal pada GP Portugal.

    Terbaru

    MotoGP

    Sabtu, 5 Desember 2020

    Operasi Lancar, Marc Marquez Tak Ingin Buru-buru Kembali Beraksi

    Marc Marquez mengaku tak akan buru-buru kembali ke lintasan dan bersaing di MotoGP setelah menyelesaikan operasi ketiga.

    MotoGP

    Sabtu, 5 Desember 2020

    Awal 2021, Suzuki Finalisasi Wacana Proyek Tim Satelit MotoGP

    Keputusan final soal wacana tim satelit Suzuki untuk MotoGP 2022 akan diumumkan paling lambat Maret atau April, tahun depan.

    MotoGP

    Jumat, 4 Desember 2020

    Mandalika Racing Team Jadi Tim Indonesia Pertama di Moto2

    Mandalika Racing Team Indonesia resmi menggandeng SAG Team untuk berkompetisi di kejuaraan dunia Moto2.

    MotoGP

    Jumat, 4 Desember 2020

    Kans Dimas Ekky Pratama untuk Tampil di Moto2

    Dimas Ekky Pratama masih menunggu restu dari IRTA dan Dorna untuk kembali ke Moto2 bersama Mandalika Racing Team Indonesia.

    MotoGP

    Jumat, 4 Desember 2020

    Moto2: Pertamina Mandalika SAG Team Siap Beraksi, Satu Slot Pembalap Masih Jadi Misteri

    Kerja sama Pertamina Mandalika SAG Team resmi diumumkan ke publik pada Jumat (4/12/2020) dan Thomas Luthi bakal menjadi pembalap andalan.

    MotoGP

    Jumat, 4 Desember 2020

    Marc Marquez Operasi Lagi, Andrea Dovizioso Diisukan Jadi Pengganti

    Marc Marquez kembali naik ke meja operasi untuk kali ketiga untuk mengatasi cedera tulang humerus lengan kanannya.

    MotoGP

    Jumat, 4 Desember 2020

    Ducati, Konstruktor Terbaik Sekaligus Paling Sial sepanjang MotoGP 2020

    Enam rider Ducati tercatat 44 kali jatuh dari motor selama MotoGP 2020.

    MotoGP

    Jumat, 4 Desember 2020

    Andrea Dovizioso akan Isi Cuti Panjang MotoGP dengan Balapan Motocross

    Andrea Dovizioso berencana mengisi masa hiatus dari MotoGP dengan mengikuti kejuaraan motocross seperti EMX2T European Championship 2021.

    MotoGP

    Rabu, 2 Desember 2020

    Sukses Besar di MotoGP 2020, Suzuki Dapat Sponsor Anyar

    Suzuki dan Monster Energy telah sepakat menjalin kerja sama multi-tahun yang akan bergulir mulai MotoGP 2021.

    MotoGP

    Rabu, 2 Desember 2020

    Maverick Vinales Anggap MotoGP 2020 sebagai Musim Terburuknya

    Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, mengaku tak puas dengan capaiannya pada MotoGP 2020.

    Terpopuler

    Keyword Populer

    Sepak Pojok

    X